Blog EntryBerhentilah Menjadi Gelas May 2, '08 7:07 AM
for everyone

sumber: dari blog teman

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”

Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”

Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.

“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”

Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, “Bagaimana rasanya?”

“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”

“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu
jadi sebesar danau.”

teruntuk hatiku...beranjaklah dari tidurmu


44 CommentsChronological   Reverse   Threaded
yukevirlianti wrote on May 2
itulah kekayaan yang hakiki...
nengbulan wrote on May 2
article yang bagus,,makasih mas atas sharingnya...Insya Allah bs bermanfaat bagi qta semua yaaa...
ti2n wrote on May 2
duuhh... langsung mak cessss deh bacanya :)
makasih ya...
faridrifai wrote on May 2
itulah kekayaan yang hakiki...
yup, kelapangan hati dalam menerima garam kehidupan.... ^_^
faridrifai wrote on May 2
article yang bagus,,makasih mas atas sharingnya...Insya Allah bs bermanfaat bagi qta semua yaaa...
ur welcome sylvi....amin amin amin... ^_^
faridrifai wrote on May 2
ti2n said
duuhh... langsung mak cessss deh bacanya :)
makasih ya...
sama-sama mbak...mak cess n mak nyosss....:d
razzahra wrote on May 2
iya wahai hati, bangunlah..jangan tidur mulu, ga baik buat kesehatan.....
sekali2 olahraga dan makan makanan bergizi....
faridrifai wrote on May 2
hihihihi...opo to rhie...:d
ibnuabiihi wrote on May 2
Wah... Syukran...
Pencerahan baru !!!
iwananashaya wrote on May 2
^_^ jazaakallah khoyro. amiin..
faridrifai wrote on May 2
@ibnuabiihi: afwan..... ^_^
faridrifai wrote on May 2
^_^ jazaakallah khoyro. amiin..
wa iyyaki mbak... ^_^
arvenda wrote on May 2
prnah baca 7 thn lalu kali, dulu pas aku lagi sedih2nya.. ehhh,.. skrg ktemu lagi pas aku lagi bahagia2nya -halagh- :)) alhamdulillah
faridrifai wrote on May 2
hehehe...iyah, pelajaran yang everlasting...ehm, 7tahun lalu aku masih remaja-remajanya..hihihi:p
ibnubakri wrote on May 2
betul mas ya.., Allah tidak akan memberikan ujian penderitaan kecuali sesuai kadar kemampuan hamba untuk memikulnya
"La nukallifu nafsan illaa wus'ahaa"
faridrifai wrote on May 2
yup yup yup :)
pynk318 wrote on May 2
allah hanya bagi dugaan pada makhluknya yg ia sayangi.......:)) jadi sabar ya...Insyaallah there's a hidden blessing in it amin,...^_^ ia boleh jadi esuk , lusa atauuuuu.....

makasih farid udah dpt ilmu baru nih....
faridrifai wrote on May 2
pynk318 said
allah hanya bagi dugaan pada makhluknya yg ia sayangi.......:)) jadi sabar ya...Insyaallah there's a hidden blessing in it amin,...^_^ ia boleh jadi esuk , lusa atauuuuu.....

makasih farid udah dpt ilmu baru nih....
yup, there's always a hidden blessing, ur welcome fatim.... ^_^
yudimuslim wrote on May 4
uhuy..
ada teruntuk hatiku euy..:d
faridrifai wrote on May 4
iya donk...masa' teruntuk hatimu...:D
yudimuslim wrote on May 4
jangan2 untuk calon pengisi hati kali ya rid..:p
faridrifai wrote on May 4
ada deeeeeeeee...:D
agussur wrote on May 5
kenapa danau ya....
bukannya luasan samudra
faridrifai wrote on May 5
hehe..samudera ada ombaknya, ombaknya besar-besar lagi...
gwbanget wrote on May 5
kalo garamnya ditebar di sungai nil udah coba belum bro ?
:)
faridrifai wrote on May 5
kalo garamnya ditebar di sungai nil udah coba belum bro ?
:)
hihihihihi..bakalan ditangkep polisi karena dikira nyebarin racun tikus..:D
gwbanget wrote on May 6
hihihihihi..bakalan ditangkep polisi karena dikira nyebarin racun tikus..:D
wuihh.. lagi manteng dpn komputer tho..cpt bgt replynya.
kirain di depan buku..krn musim ujian.. ( disini masih musim ujan) :)
faridrifai wrote on May 6
wuihh.. lagi manteng dpn komputer tho..cpt bgt replynya.
kirain di depan buku..krn musim ujian.. ( disini masih musim ujan) :)
iyah, lagi di depan komputer nih....rest sekejap laaa:d
diyansanty wrote on May 8
berhenti jadi gelas....jadi piring bolehkah?
faridrifai wrote on May 8
berhenti jadi gelas....jadi piring bolehkah?
hehehe....jangan, piring sama-sama bisa pecah, klo piring plastik, makanannya jadi gak enak...so, jadilah danau yang tenang, tanpa ombak..^_^
diyansanty wrote on May 9
hehehe....jangan, piring sama-sama bisa pecah, klo piring plastik, makanannya jadi gak enak...so, jadilah danau yang tenang, tanpa ombak..^_^
piring plastik gak canting...kalo piring kaca pasti cantik dan berharga..seperti layaknya seorang wanita sholeha :)..kalau danau juga gak setiap hari tenang..
faridrifai wrote on May 9
piring plastik gak canting...kalo piring kaca pasti cantik dan berharga..seperti layaknya seorang wanita sholeha :)..kalau danau juga gak setiap hari tenang..
iyah, klo ada yang berenang di danau, pasti jadi gak tenang...:d
diyansanty wrote on May 9
iyah, klo ada yang berenang di danau, pasti jadi gak tenang...:d
yup..tau aje...kalo ada bebeknya juga gak tenang kan hehe
faridrifai wrote on May 9
yup..tau aje...kalo ada bebeknya juga gak tenang kan hehe
mending mana?bebek apa orang?:p
diyansanty wrote on May 10
mending mana?bebek apa orang?:p
mending orang deh..orang kalo diusir bisa tau tapi kalo bebek kan gak sekolah jadi gak tau :D
faridrifai wrote on May 11
mending orang deh..orang kalo diusir bisa tau tapi kalo bebek kan gak sekolah jadi gak tau :D
adakalanya kita perlu belajar dari bebek... ^_^
diyansanty wrote on May 12
adakalanya kita perlu belajar dari bebek... ^_^
kalo dari bebek belajar apa ya???
faridrifai wrote on May 12
kalo dari bebek belajar apa ya???
belajar seperti apa yang bebek lakukan, tapi terkadang terlewati oleh kita...juga sebaliknya, belajar untuk tidak melakukan, apa yang bebek lakukan... ^__^
diyansanty wrote on May 12
oooo * mikir mode on*
faridrifai wrote on May 12
silahkan berfikir..:p
zeest015 wrote on May 29
hmm..pas banget .. TFS farid :)

*hihihi telat bgt yak bacanya :D
faridrifai wrote on May 30
hehehehe...gakpapa kok, kan gak ada batasan waktunya...
terima kasih kembali tante...^_^
zeest015 wrote on May 30
wih di bilang tante sama farid berasa tua bener :P
faridrifai wrote on May 30
hihi..makanya,biar sadar tua:p
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help